Kamis, 22 Mei 2014

Alpha Blopho

Alphablopho (Wonosobo)

Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten ini terkenal dengan dataran tinggi Dieng dan legenda rambut gimbalnya. Namun, kini Wonosobo juga mempunyai kebanggan selain Dieng dan legenda rambut gimbalnya, yaitu mulai banyaknya reggae mania di Wonosobo. Salah satu band reggae potensial dari Wonosobo adalah Alphablopho.


Alphablopho mereka ambil dari nama sebuah legenda reggae asal Pantai Gading, yaitu Alpha Blondy. Band yang berdiri pada 17 Agustus 2008 ini menyebut musik mereka sebagai “Modern Roots Reggae”, yaitu kombinasi Roots Reggae, Bossanova, Jazz, dan warna musik lainnya. Robert Nesta Marley, Alpha Blondy, Tony Q Rastafara, Mbah Surip adalah sebagian musisi yang menjadi panutan mereka dalam bermusik.


Band ini memiliki formasi Iponk (Vokal), Satria (Gitar), Dave (Gitar), Dyo (Bass), Widanta (Keyboard), Verza (Drum), Yogo dan Riky (Djimbe), serta Ivan (Perkusi). Mengenai album, band ini hingga kini belum memiliki album. Akan tetapi sudah ada beberapa lagu yang mereka ciptakan. Sebut saja Untuk Dia, Bocah Gimbal, Pejuang Hidup, dan Inilah Cinta. Patut kita tunggu debut album dari band ini tentunya.
Bagi anda yang ingin mengenal band ini lebih lanjut, bisa menghubungi AB Management di Jalan Kyai Kali 09 Kaliwiro (SBP Fm) Wonosobo. Atau bisa menghubungi Gus Latief (081327427972), Ifull (08529 2222215)  dan juga Rizal (08562888884). Atau bisa melihat Facebook dan juga Situs mereka

Polyphonic

Polyphonic (Ponorogo)

Berawal dari remaja yang hobi dengan dunia seni musik dan pernah mencoba beberapa aliran. Pada pertengahan 2007 band polyphonic mulai terbentuk. Arti dari polyphonic sendiri adalah berbagai banyak suara, Polyphonic rasta company ingin menyajikan musik yang terdiri dari berbagai banyak suara dan mudah dicerna.
Setelah mencoba berbagai aliran musik, mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba musik reggae. Setelah Polyphonic biasa manggung di kafe-kafe atau acara musik di indoor ataupun outdoor, akhirnya Polyphonic memutuskan untuk terus fokus di jalur reggae.


Selang waktu beberapa tahun menggeluti dunia reggae, pada awal 2010 akhirnya Polyphonic membuat karya diantaranya :
- Bebas Tanpa Cinta
- Nikmati saja
- Berbagi rasa
- Pesta rasta

Anggota
Arfa, Rizal, Sony, Aven, Jeyje, Tama, Ucebe, Gilang,
Enyeng
Situs Webhttp://polyphonic-band.com/

Hubungan Mediahttp://ponorogozone.com/

Agen Pemesanan+6285655602627, +6281938729099 , +6285735103321

Jogjamming

Jogjamming

Nama JOGJAMMING sendiri diambil dari kata JOGJA yaitu kota dimana kita dilahirkan. Dan JAMMING diambil dari lagu Bob Marley yang berarti kita berdansa, bersenang-senang atau semacamnya. Band ini terbentuk dari sebuah komunitas seni dan penggemar musik reggae yang bernama JOGJAMMING,
Berawal dari sering kumpul, saling berbagi, dan tercetuslah ide untuk membuat sebuah grup band reggae, dan pada tanggal 11 MEI 2007, secara resmi terbentuk band reggae yang tetap menggunakan nama JOGJAMMING, yang pada saat itu berisikan Harry (vocal), Trie `gembol` (drum), Budy (gitar), Dhyen (gitar), Rozaq (bass), Dadang (djimbe), Catur (perkusi), Pam-Pam (additional saxophone).

Mereka pun sepakat untuk ikut meramaikan musik indie Indonesia khususnya Jogjakarta, dengan tetap membawa musik reggae. Waktu demi wakti berjalan, dan pada tahun 2009, kami kehilangan 4 personil, karena mereka sibuk kerja, dan masuk personil baru yang mengisi vokal yaitu Bie `bendol. Formasi ini bertahan sekitar sampai akhir tahun 2010, dan pada saat itu lagi-lagi kami ditinggal oleh personil baru kami yaitu Bendol, karena suatu masalah. Kami terus berusaha agar band ini tetap eksis, dan kami memutuskan dengan menambah satu personil yaitu Gogon pada gitar, dan personil yang ada sampai saat ini adalah :

Vocal : Dhyen
Gitar : Gogon
Gitar : Budy
Bass : Rozaq
Drum : Trie `Gembol`
Keyboard : Toney



Kami berenam tetap berjuang untuk keutuhan band ini, dengan bantuan temen-temen semua yg telah support kami. Berbagai respon positif maupun negatif dari siapa saja selalu kami terima dengan terbuka, karena itu akan terus membangun kami untuk menjadi lebih baik lagi.

Reverbnation : www.reverbnation.com/jogjamming
follow on twitter : @jogjammingjogja


Bambu Rasta

Bambu Rasta

Band asal Cirebon ini berdiri pada 26 Februari 2008. Kenapa namanya BAMBU RASTA? Kita jelaskan pohon BAMBU dulu. Tak pernah kita sadari, ketika melihat tumbuhan, setelah mengamati lebih dalam lagi, “masyallah mas bro”, tumbuhan juga punya arti atau sifat yang benar – benar bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari. Kalau kitanya benar-benar mengamatinya.
Coba lihat & perhatiin pohon bambu, tumbuhnya itu selalu bersama (mengumpul), meskipun batangnya itu berbeda – beda ukuranya, ada yang kecil sampai yang besar, dari yang pendek sampai yang tinggi, itu selalu bersama dan tumbuhnya juga selalu mengumpul & tak berjauhan. Kesimpulan atau arti dari pohon BAMBU tersebut itu bagi kami yaitu simbol “KEBERSAMAAN”
Nah sekarang kita menjelaskan tentang “RASTA“. Banyak pendapat tentang rasta itu, tapi kata rasta menurut Bambu Rasta sendiri yaitu pecinta musik REGGAE yang tidak memandang ras. Ras di sini yang berarti jangan pernahlah membedakan satu sama lain, contohnya dari segi fisik, subkultur ekonominya, martabatnya dsb, karena “Perbedaan“ itu sangat indah & berwarna, jadi kita tuh semua sama dan harus lebih bersatu & damai. Jadi kita mengambil kesimpulan Bambu Rasta yaitu “KEBERSAMAAN TANPA PERBEDAAN“.
Genre Bambu Rasta
Bambu Rasta mengambil genre atau aliran musiknya yaitu “REGGAE GENERATION”. Kenapa mengambil genrenya REGGAE GENERASI? Kami menjelaskan sedikit tentang REGGAE nya waktu masa nya Bob Marley. Reggae sendiri adalah kombinasi musik dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk (lagu rakyat) Jamaika. permainan drum diambil dari ritual Rastafarian (upacara adat) yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem. Kata orang Jamaika musik reggae itu lebih mencondong ke ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
Nah tapi kalau Bambu Rasta sendiri mengkemas reggaenya itu lebih ke style generasi Bambu Rasta sendiri, lamun bahasa Cirebone (gayae bamburasta dewek), jadi generasi reggaenya nya nggak ke Bob Marley bangetlah. Di sini Bambu Rasta mencoba menggabung-gabungkan atau mengkombinasikan reggae dengan genre lainnya, seperti SKA, ROCKSTEADY, BLUES, JAZZ, ROCK, dan sebagainya. Kenapa kami mencoba seperti itu, “Yah pengen punya identitas aja & supaya lebih berwarna reggaenya, terus biar lebih bersatu juga, antara genre REGGAE dangan genre lain nya, tapi tetep ROOT nya BAMBURASTA itu yang pasti REGGAE“. Selain menggabungkan genre,  Bambu Rasta juga mengemas lyric atau cerita lagunya lebih ke realita yang ada, dari masalah sosial, cinta, politik, pesan manusiawi, dan sebagainya.
Sedikit curhat, ada yang bilang gini ke Bambu Rasta, kok personil  Bambu Rasta nggak ada yang gimbal, katanya reggae? Bagi BAMBURASTA, reggae itu nggak mesti gimbal lah, yang penting cukup “gimbal di hati aja“. Jadi inilah “REGGAE GENERASI BAMBURASTA”. Kita mengambil kesimpulan nya ”walaupun berbeda- beda kita harus bersatu, dan lebih bisa menghormati satu sama lain nya. ”PEACE, LOVE, UNITY, RESPECT.
Personil : 
Vocalis 1 : Uzan
Vocallis 2 : Ikka
Gitaris : Eby
Bassis : Mario
Keyboardist : yandi
Drumer : Jaka
Backing voc : 1. Awod 2. Alin 3. Ijal
Alamat : Desa Suci Kec.Mundu Kab.Cirebon Jawa Barat Indonesia
Contact Person : Dasa 085295701403 (manager)

Bro & Sis Reggae

Bro & Sis Indonesia Reggae

Bro & Sis Indonesian Reggae lahir pada bulan Agustus tanggal 17 tahun 2003 bertepatan dengan HUT RI. Awalnya band ini dibentuk secara dadakan hanya untuk memeriahkan acara HUT RI. Nama Bro & Sis Indonesian Reggae sengaja kami gunakan karena menurut kami sesuai dengan maksud dan tujuan kami yaitu untuk menyatukan semua kalangan, khususnya penikmat musik reggae di Indonesia untuk bersatu, bersaudara dan menyerukan perdamaian.
Reggae adalah genre yang kami mainkan, alunan musiknya yang khas dan liriknya penuh arti. Filosofi kehidupan, sosial, politik hingga masalah cinta pun coba kami bawakan dengan harapan agar mampu membawa para penikmat musik reggae untuk bersatu dan berdansa bersama menikmati musik reggae.

Meskipun kami belum memperoleh prestasi yang membanggakan, namun sudah begitu banyak acara panggung, pensi di sekolah-sekolah, kampus, live di radio dan acara amal yang kami ikuti khususnya di wilayah Surakarta (Solo), Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Ngawi, Wonogiri dan Klaten.

Sekian lama kami berkecimpung di panggung hiburan, semakin memantapkan niat kami untuk lebih maju dalam berkarya. Hingga kami mencoba memberanikan diri mengeluarkan single yang pertama berjudul Sama diikuti single berikutnya This Reggae Music, Alamku, Vespa With Reggae...dan yang lainnya.
Semoga dengan ini, kami dapat lebih baik dalam berkarya di masa mendatang.


Personil Bro & Sis Indonesia reggae 
Heru Bro & Sis - vocal
Ryan - guitar 
Latif Reggae - rhytm
Gitafara - bass
Sony - keyboard
Anggy - drum
Ukik - perkusi
Contact person
08562833654 (Heru)
085725545565 (Latif Reggae)

Sejedewe

Sejedewe (After the Sunset)


After the Sunset sudah berganti nama menjadi Sejedewe. Sejedewe itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya “beda sendiri”. Kami resmi berganti nama menjadi "Sejedewe" tanggal 5 maret 2011 lalu. Semua ha-hal yang memfaktori agar kami cepat-cepat merubah nama itu karena hal-hal interen yang mungkin hanya personil dan orang-orang terdekat saja.


Sejedewe band indie reggae dari Tangerang yang alhamdulillah sudah hampir 2 setengah tahun berkecimpung di dunia musik, khususnya musik reggae. Damai, senang, tertawa, ceria, itu motifasi buat kita, beserta dayak-dayak ( seje’bob & seje’sis ) dan semua orang yang terlibat di dalam group ini.

Personel :
Ageng (upit) > vocal,
Fajar (pajoy) > lead guitar,
Pian (keyong) > rhytem guitar,
Risky (weka) > bass,
Alex (bimbim) > drum,
Diki dekiel ( additional player ) > keyboard,
Rival (beruk) > jimbe
Mario(losbak) > percussi
Wahyu (ipang) > manager


http://reggaedot.blogspot.com/2012/07/sejedewe-after-sunset_27.html

Babylon

Babylon (Klaten)

Band yang berasal dari Klaten ini, berdiri tahun... "Berawal dari kegelisahan serta dorongan rasa untuk tetap berkarya memberikan yang terbaik setelah terjadi Suatu keadaan dimana kebersamaan itu tidak lagi bisa disamakan dan semakin tersadar bahwa kedewasaan sangatlah menjadi mulia terlahirlah sebuah ide untuk men-satu-kan kembali sebuah cita-cita yang ketika itu mulai tersamar dan kini kami kembali, dengan musik Reggae kami".
Genre :Roots Rock Reggae
Pengaruh :
Bob Marley & the Wailers, The Specials, Hepcat, The Slackers, Toots & the Maytals, The Skatalites, Trojan Box Set, Sublime, Imanez, and more reggae band



Jika ingin melihat penampilan mereka, datang aja ke Cokro Tulung, Klaten tiap Minggu ke-2, dari jam 10.00 pagi sampai 15.00